DIMENSI – DIMENSI ADVERSITY QUOTION

Standar

               Rendah tingginya AQ seseorang dapat ditentukan dalam beberapa dimensi. Ada empat dimensi yang dapat menghasilkan kemampaun adversity quotion. Ke-empat dimensi ini biasa dikenal atau disingkat dengan CO2RE. Kepanjangan dari apa CO2RE itu ? Kata itu kepanjangan dari Control, Origin and Ownership, Reach, Endurance. Berikut penjelasannya :

  1. Control /  Kendali

          Kendali berkaitan dengan bagaimana orang tersebut dapat mengendalikan dirinya dengan masalah yang ia hadapi. Semakin tinggi kendali dari orang tersebut maka dia akan bertahan dan mampu mengendalikan masalahnya, sebaliknya semakin rendah kendali yang dimiliki maka orang tersebut tidak berdaya mengendalikan masalah yang ada dan akan mudah menyerah.

   2.  Origin and Ownership (O2)

“Siapa atau apa yang menjadi asal-usul kesulitan?” 

“Sampai sejauh manakah seseorang mampu mengakui akibat kesulitan itu?”

        Orang dengan O2 yang rendah cenderung selalu menyalahkan dirinya sendiri, memberi label negatif atas ketidakmampuan dirinya menghadapi kesulitan. Akibatnya orang tersebut menjadi lumpuh oleh rasa bersalah berlebihan tapi dia tidak dapat melakukan apapun.  Sedangkan orang dengan O2 tinggi melakukan perbaikan terus menerus, tetap gembira dan penyesalan sewajarnya (origin) dan akan lebih fokus pada tindakan untuk meningkatkan tanggung jawab (ownership).

 

3.   Reach / Jangkauan

          Reach berarti suatu jangkauan, sejauh mana kesulitan itu akan menjangkau sisi lain dari kehidupan orang tersebut. Semakin tinggi jangkauan seseorang, semakin besar kemungkinannya dalam merespon kesulitan dan lebih berfokus pada masalah yang ia hadapi. Orang dengan AQ rendah akan memposisikan dirinya sebagai orang yang mengalami ketidakmampuan membatasi jangkauan masalah atas peristiwa yang sedang dihadapi.

 4. Endurance/ Ketahanan

            Endurance atau daya tahan akan menimbulkan persepsi buruk atau baik terhadap masalah yang dihadapi. Pertanyaan yang sering muncul :

Berapa lamakah kesulitan akan berlangsung?

“Berapa lamakah penyebab kesulitan akan berlangsung?”

             Orang yang memiliki endurance tinggi memiliki sikap optimis terhadap masalah yang dihadapi, selalu merespon kesulitan dan penyebabnya sebagai sesuatu yang bersifat sementara, cepat berlalu dan kecil kemungkinan terjadi lagi, sebaliknya orang yang memiliki tingkat endurance rendah cenderung bersikap pesimis dan menganggap masalah yang ada bersifat abadi dan sulit untuk diperbaiki.

 

SUMBER

Stoltz, P. G. (2000). Adversity Quotient, mengubah hambatan menjadi peluang. Jakarta: Grasindo.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s