ADVERSITY QUOTION ( Faktor – faktor pembentuk AQ )

Standar

Image

Dalam kehidupan ini tantangan pasti sering kita hadapi. Semakin tinggi dan semakin banyak hal yang kita lalui, tantangan pun semakin berat dan rumit. Untuk itu kita harus siap dan memiliki kemampuan dalam menghadapi tantangan yang ada. Kemampuan dalam menghadapi tantangan  ini dikenal dengan Adversity Quotion atau kesiapan dalam menghadapi tantangan.

Adversity Quotion menurut bahasa, kata adversity berasal dari bahasa Inggris yang berarti kegagalan atau kemalangan (Echols & Shadily, 1993: 14). Sedangkan dalam bahasa Indonesia bermakna kesulitan atau kemalangan, sehingga dapat diartikan bahwa adversity sebagai suatu kondisi ketidakbahagiaan, kesulitan, atau ketidakberuntungan.

                   Adversity Quotion atau bisa kita singkat AQ, adalah suatu keadaan bagaimana kita merespon kehidupan,  khususnya hal-hal atau keadaan yang berat.  Kemampuan untuk dapat bertahan dalam menghadapi kesulitan sampai menemukan jalan keluar, memecahkan berbagai masalah, mengurangi hambatan dan rintangan dengan mengubah cara berfikir dan sikap terhadap kesulitan tersebut.

Faktor – faktor Pembentuk Adversity Quotion

Ada beberapa faktor yang dapat membentuk Adversity Quotion, diantaranya :

a.      Daya saing

Keminiman daya saing membuat kita kehilangan kemampuan AQ. Semakin tidak adanya daya saing, semakin kita tidak bisa memanfaatkan kemampuan kita untuk menciptakan peluang dalam kesulitan yang dihadapi.

b.      Motivasi

Orang yang memiliki motivasi kuat mampu menciptakan peluang dalam keadaan sulit sekalipun. Mereka akan terus berupaya dan melewati tantangan dengan mengerahkan segenap kemampuan mereka. Secerdas dan sehebat apapun kita, kemampuan untuk menghadapi tantangan tersebut tidak akan optimal apabila kita tidak bisa memotivasi diri.

c.       Mengambil resiko

Seseorang yang mempunyai adversity quotion tinggi lebih berani mengambil resiko dari tindakan yang dilakukan.

d.      Ketekunan

Seseorang yang merespon kesulitan dengan baik akan senantiasa  bertahan dan terus mencoba untuk bisa melewati kesulitan tersebut.

e.       Perbaikan

Orang ber-AQ tinggi selalu berupaya untuk mengatasi kesulitan dengan langkah konkrit, yaitu dengan melakukan perbaikan-perbaikan sehingga kesulitan tersebut tidak merambat ke hal-hal yang lain dan selalu melakukan perbaikan agar tidak terjatuh ke dalam masalah yang sama.

f.       Belajar

Orang yang Ber-AQ tinggi, selalu merespon masalah secara optimis sehingga mereka akan banyak belajar dan lebih berprestasi dibandingkan dengan anak-anak yang memiliki pola pesimistis.

 

SUMBER

Shohib, Muhammad. 2013. Adversity quotient dengan minat Entrepeneurship . Jurnal psikologi, 01, 2301- 8267

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s